Kamis, 09 Juni 2011

pekas rasa

ku selalu pendam rasaku
yang mungkin takkan tercapai 
begitu seterusnya sampai kau kembali
yak pikir bahwa naku mati rasa

pikirku melayang ,,,,,
bagaimana jika kau takkan perna kembali
mungkin saja rasamu bukan rasa yang dulu lagi

mungkin bila kupandangi bintang 
kan segalanya terjawab
senyumku mengalahkan
atas bintang-bintang

Minggu, 05 Juni 2011

pecakapan korban bom bunuh diri

Disebuah area perkuburan yang sepi beberapa pocong korban bom sedang terlibat percakapan.
Pocong 1 : “waktu aku sedang enak makan tiba-tiba hotel tempat aku makan di bom orang, wah kurang ajar betul orang itu.”
Pocong 2 : “Aku juga, waktu aku tidur di hotel waktu aku terbangun aku sudah disini.”
Pocong 3 : “Aku terbakar api akibat bom itu.”
Pocong 4 : “Kalau aku kejatuhan tiang besi waktu bom itu meledak.”
Pocong 1 : “Kalau ketemu akan aku cincang pelakunya.”
Pocong 5 : (Diam saja dengan wajah agak sedikit ketakutan.)
Pocong 1, 2, 3, 4 : “Eh, pocong 5 kenapa kamu diam saja?? Emang bagaimana kamu matinya?.”
Pocong 5 : Dengan agak sedikit takut dia berkata, “Aaannuuu… aku kesini… akulah yang meledakkan hotel dan restoran tersebut.”
baca juga

opini


                                                                                                                                                                            280511
Apa masih ada sih di alam ini seseorang yang mencintai seseorang tanpa pandang fisik/ kesenangan semata dalam. Cantik dan tampan sekarang menjadi prioritas utama. Mereka tak berfikir apa akhirnya nanti ,hanyalah membuat luka di hati. Memang sih kita masi muda usianya masi mudah butuh pengalaman, butuh have fun, dan lainya.. tapi apa tak sebaiknya kalau di mulai dari usia dini kita belajar bukan hanya kesenangan dunia yang di cari tetapi kesenangan akhirat yang harus di utamakan. Agar dewasa nanti bukan hanya kekecewaan yang dirasakan ,,
Tak gampang aku menemukan pria yang cuek ketika melihat wanita cantik,seksi,, hati ku bersedih ketika melihat itu,,Apa mungkin di Dunia ini wanita di ciptakan hanya untuk mengundang shahwat lelaki.

Sabtu, 04 Juni 2011

NEWS & FEATURES / HOT TOPICS - ARTIKEL Kenapa Penglihatan Seorang Tunarungu Tajam?

KOMPAS.com — Penelitian menunjukkan, mereka yang punya keterbatasan dalam pendengaran (tuna rungu) ternyata memiliki penglihatan lebih tajam dibandingkan mereka yang berpendengaran normal.
Ilmuwan di Inggris menemukan, retina mata pada orang yang terlahir sebagai tunarungu, atau kehilangan pendengaran pada usia dini, mengalami perkembangan organ penglihatan yang berbeda ketimbang mereka yang pendengarannya normal.
Perkembangan ini ternyata memberi mereka peripheral vision (penglihatan perifer) yang lebih baik, dan membuat mereka bisa melihat lebih jelas sekaligus meningkatkan kewaspadaan diri terhadap ancaman yang membahayakan.
Peneliti dari Universitas Sheffield menyatakan, sel-sel saraf pada retina mata penderita tunarungu tersebar dalam pola yang berbeda dibanding yang pendengarannya normal.
Ini membuat mereka mampu memprioritaskan apa yang tampak pada penglihatan perifer terjauh menjadi dekat dengan telinga mereka. Penglihatan perifer adalah pandangan atau penglihatan yang mampu mengenali situasi di sekeliling. Kemampuan ini sering disebut juga penglihatan luas, yakni mampu melihat berbagai hal yang berada jauh dari titik fokus penglihatan.
Walaupun riset sebelumnya telah menunjukkan keterkaitan antara tuli dan meningkatnya penglihatan perifer, para ahli berpendapat bahwa fenomena ini melibatkan otak yang disebut visual cortex, bukan karena faktor retina.
Dalam riset yang digagas atas nama Royal National Institute for Deaf People itu, para ilmuwan Sheffield menggunakan coherence tomography untuk memindai retina para relawan. Selain memeriksa retina, para ilmuwan juga mengukur bidang penglihatan pada kedua mata relawan untuk dibandingkan dengan hasil pemindaian retina.
Seperti yang dipublikasikan dalam jurnal PLoS ONE, peneliti mencatat adanya hubungan signifikan antara perubahan distribusi retina pada penyandang tunarungu dan pengaruhnya terhadap melebarnya penglihatan perifer mereka.
http://health.kompas.com/index.php/read/2011/06/04/19442580/Kenapa.Penglihatan.Seorang.Tunarungu.Tajam